Showing posts with label quote. Show all posts
Showing posts with label quote. Show all posts

Untitled #9

"Positive thinking will let you do everything better than negative thinking will." - Zig Ziglar

Untitled #8

"Freedom is not worth having if it does not include the freedom to make mistakes." - Mahatma Gandhi

Untitled #6

“Ada 2 hal yang harus anda lupakan: kebaikan yang anda lakukan kepada orang lain dan kesalahan orang lain kepada anda.” - Sai Baba

Untitled #3

"Make things as simple as possible, but not simpler." - Albert Einstein

Untitled #2

"Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony." - Mahatma Gandhi

Untitled #1

Immature love says: "I love you because I need you." Mature love says: "I need you because I love you." - Mahatma Gandhi

Goodbye 2010, Welcome 2011

"Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving." - Albert Einstein


Detik berganti menit. 
Menit berganti jam. 
Jam berganti hari. 
Hari berganti minggu. 
Minggu berganti bulan. 
Bulan berganti tahun. 
Tahun berganti abad.


Nggak kerasa, kita sudah berada di penghujung tahun 2010. Nggak sampai 24 jam lagi, kita akan beranjak meninggalkan tahun 2010 dan melangkah pada tahun 2011. Tahun yang baru. Tahun yang akan kita sambut dengan semangat baru, dan juga harapan yang baru tentunya.
Hmm.. Begitu banyak hal yang telah kita alami 2010 kemarin. 
Aku, kamu, dia, dan kita semua tentunya punya cerita masing-masing. Cerita yang berbeda. Cerita yang penuh warna. Cerita yang kini menjadi kenangan dalam lembaran hidup kita. Sama sepertiku.

2010. Senang, sedih, kecewa, kesal, amarah, gembira, semua jadi bagian dari tahun itu. Pernah denger jargon ‘manis asam asin, ramai rasanya’ nggak? Yep, jargon dari salah satu produsen permen ini mungkin tepat untuk menggambarkan semua yang terjadi di 2010 kemarin, khususnya bagi saya. Semua memang datang silih berganti. Yang awalnya saya merasakan kesenangan, kegembiraan, keriangan, dan keceriaan, tiba-tiba semua terbalik. Saya pun merasakan kekesalan, kekecewaan, kesedihan, dan bahkan saya sempat merasa rapuh. Menemukan dan juga kehilangan di tahun yang sama.  Emang bener apa yang dikatakan Charly ‘ST12’ dalam lagunya, 'dunia pasti berputar'.  
Life is like a wheel. Nggak selamanya kita di atas, nggak selamanya kita ada dalam area yang senang, riang, dan gembira. Ada kalanya kita berada di posisi bawah, posisi yang mungkin tidak kita inginkan. Posisi dimana kita ngerasa down, sedih, bahkan rapuh.


Seperti kata pepatah di atas, 'Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving'. Agar kehidupan kita seimbang, jangan stay dan hanya terpaku pada masa lalu. Karena kita akan jatuh bila tetap diam, sama seperti ketika kita diam dan tidak melakukan pergerakan saat mengendarai sepeda.

Well, apapun yang sudah terjadi di tahun 2010, itu sudah berlalu. 2010 is all over and done with now. Up and down yang di alami di 2010 kemarin jadikan sebagai pelajaran yang berharga. Kini yang perlu dipikirkan adalah apa yang akan dijalani selanjutnya, di tahun yang baru yang akan segera ditapaki, 2011. Bukan memikirkan sih, mungkin lebih tepatnya adalah mensyukuri apa yang Tuhan anugerahkan dan ikhlas dalam menjalani kehidupan, karena memikirkan apa yang terjadi itu adalah hal yang memusingkan, bahkan dapat pula menakutkan. 
Saya ingin melakukan dan mengerjakan sesuatu di hidup saya hanya dengan satu alasan, untuk Tuhan.

Kalau ditanya tentang resolusi di tahun 2011, mungkin jawabannya simple aja, just wanna be a human that better then before. Karena menurut saya, percuma saja kalau saya menargetkan impian, kemudian tercapai, lantas saya tidak menjadi pribadi yang baik kedepannya sebagai impact dari apa yang telah saya dapat dan impikan. Akan jauh lebih baik bila impian saya dapat tercapai beriringan dengan proses pembelajaran saya menjadi manusia yang lebih baik. 
Saya ingin menjadi seseorang yang berguna, bermanfaat, dan dapat memberi kebahagiaan bagi semua orang, terutama bagi sekitarku.


And over all, I just wanna say, HAPPY NEW YEAR.. :D




Walau Tak Juara, Kami Menang

“Pemenang sejati memiliki mental tuk mengakui kemenangan orang lain. Karena menang adalah sikap bukan keadaan.”


Sing: Garuda di dadaku.. Garuda kebanggaanku.. Ku yakin lain hari pasti menang..
(Lagu ‘Garuda di Dadaku’ nya Netral yang sedikit saya ubah liriknya. Hihi)

Kalian semua pasti udah menyaksikan pertandingan final AFF leg 2 kemarin malam. Dan kalian juga tentunya udah tahu berapa skor yang diperoleh Indonesia bukan? Yep, Indonesia menang dengan skor 2 – 1 atas Malaysia. Tapi ternyata keunggulan skor itu belum dapat mengantarkan Timnas kita mengangkat piala AFF. Skor agregat 4 – 2 bagi Malaysia ini membuat piala AFF diserahkan pada timnas mereka.

Kecewa? Nggak usah ditanya deh, bukan hanya saya, mungkin seluruh masyarakat Indonesia mengalami kekecewaan yang teramat sangat (oke, ini lebay). Bagi saya pribadi, kekecewaanku bukan hanya karena timnas belum berkesempatan mengangkat piala AFF yang selama ini diimpi-impikan untuk dapat diraih (bayangin aja, timnas kita selalu masuk final, tapi belum pernah jadi juara satu), tapi saya kecewa karena melihat timnas Malaysia mengangkat piala itu di kandang Indonesia (rasanya nyesek banget).

Tapi mau gimana lagi, itulah kenyataannya. Kenyataan bahwa Malaysia-lah yang menjuarai AFF tahun ini. Walau berat bagi seluruh pemain timnas, para supporter, dan terlebih seluruh rakyat Indonesia, tapi kita semua harus berjiwa besar. Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda, kawan.
Kalian sadar nggak? Kita ini pemenang yang sesungguhnya. Kita menang atas sportivitas para pemain di lapangan, kita menang atas sportivitas dalam permainan, kita menang atas sportivitas para supporter, kita menang atas persatuan (bola mempersatukan kita dari berbagai lapisan, daerah dari Sabang sampai Merauke, usia dari yang anak-anak sampai yang udah berumur, gender cewek cowok, salut deh), kita menang atas ke-bhineka-tunggal-ika-an kita, kita menang atas rasa nasionalisme kita, kita-lah pemenang yang sesungguhnya. Kita bisa mengakui kemenangan lawan, itulah pemenang sejati, sama seperti kata pepatah di atas.

Timnas kita telah berusaha dan berjuang sekuat tenaga mereka untuk meraih piala AFF demi kita, demi membanggakan kita rakyat Indonesia, kami bangga akan itu. Tapi kembali lagi, manusia hanya bisa berencana dan berusaha, untuk hasil, Tuhan-lah yang menentukan. Walaupun kita belum meraih gelar juara, dan belum berkesempatan mengangkat piala AFF itu tahun ini, tapi yakinlah bahwa masih ada kesempatan lain di hari esok, yang tidak menutup kemungkinan bahwa kita-lah yang akan meraih gelar juara. 
Walau kali ini tak juara, kita tetap menang, guys. Kita adalah pemenang. Kita pemenang sejati. Terima kasih atas perjuangan kalian, timnasku. Kami bangga padamu. Kami bangga, Garudaku.

2 Telinga, 1 Mulut

“Dan memang benar bahwa mendengar itu lebih baik dibandingkan dengan berbicara. Kalau tidak maka Tuhan tidak akan menciptakan manusia dengan dua telinga dan hanya satu mulut.”


Dari 1 – 10, kalau saya bisa bandingkan antara orang yang suka mendengar dengan orang yang suka berbicara mungkin perbandingannya 3 : 7. Yep, kebanyakan manusia yang menghuni bumi ini memang lebih banyak yang pandai berbicara ketimbang menjadi pendengar. Terlalu banyak ingin di dengar, dan tak mau mendengar. Sulit menemukan pendengar yang baik.

Kebayang nggak kalau semua hanya ingin didengar dan tak ingin mendengar? Mungkin dunia ini akan hancur. Itulah mengapa saya ingin menjadi pendengar. Mungkin saya belum bisa menjadi pendengar yang baik, tapi saya akan berusaha untuk itu. Jadilah pendengar yang baik, guys..

up