Showing posts with label ga penting. Show all posts
Showing posts with label ga penting. Show all posts

1 & 8 are my favourite number !

Kalau saya ditanya tentang angka favourite, saya akan menjawab, 1 dan 8. Saya mempunyai alasan mengapa saya sangat menyukai kedua angka ini. Bagi saya, angka-angka ini mempunyai filosofi tersendiri. 

Mulai dari angka 1 (satu). Alasan mengapa saya menyukai angka ini, simple aja, 1  merupakan awal, melambangkan sesuatu yang pertama, melambangkan sesuatu yang unggul. Sebisa mungkin saya ingin menjadi yang terbaik, saya ingin menjadi yang pertama, saya ingin menjadi yang nomor satu di antara yang lain. Mungkin dalam perealisasiannya, sulit bagi saya untuk menjadi yang pertama di antara yang lain, baik dalam pendidikan, maupun dalam bidang lain. Tapi saya selalu berusaha menjadi yang terbaik, dan nomor satu. Saya pun merupakan anak pertama dari dua bersaudara, jadi bisa dikatakan bahwa angka satu juga melambangkan diri saya, hehe.

Selanjutnya angka 8 (delapan). Filosofi di balik angka delapan menurut saya adalah melambangkan kehidupan. Garis berputar yang tidak terputus dari atas ke bawah, dan kemudian kembali ke atas, menggambarkan kehidupan kita yang tak hanya akan berada di atas, namun ada kalanya kita berada di bawah. Bisa pula dikaitkan dengan rezeki, menurut saya angka delapan bisa melambangkan suatu harapan akan suatu rezeki atau anugerah Tuhan yang tidak akan pernah terputus dalm kehidupan saya pribadi.
Hmm, bila kedua angka ini digabungkan menjadi 18, ini melambangkan angka kelahiran saya..

Cantik itu munafik ?


Beberapa hari yang lalu saya mendapat pesan singkat (sms, red) dari salah seorang teman saya, lebih tepatnya dia itu senior saya di kampus. Isi sms itu seperti ini:

“Hy girls..
Ngerasa cantik? Oke oke, dengar yah..
Wanita cantik itu:
·      Tetap tertawa walau sebenarnya ia ingin menangis
·      Tetap tersenyum walau sebenarnya ia kecewa
·      Tetap kuat walau sebenarnya ia udah nggak sanggup lagi
·      Tetap semangat walau ia tertekan oleh masalah
·      Dan yang terpenting, tetap sabar dan memandang segalanya baik-baik saja walau sebenarnya ia telah terluka...
Nah,,, udah ngerasa cantik ?”


Setelah membaca sms ini, dalam benak saya muncul sebuah tanda tanya besar. 
“Berusaha menutupi kesedihan, kekecewaan, dan kerapuhan dengan suatu senyuman. Senyum yang dapat dikatakan sebagai suatu senyum palsu. Apa itu bukan salah satu contoh kemunafikan?”

“Jikalau yang dimaksudkan sebagai wanita cantik itu adalah wanita yang bersikap seperti apa yang terdapat dalam isi sms itu, lantas apa bedanya wanita cantik dengan seseorang yang munafik? Apakah cantik itu berarti munafik?”

Entah siapa yang bisa menjawabnya..

Model, Photographer, and Editor are my dream..

Udah lama gw pengen posting tulisan ini, tapi baru sempet sekarang. Well, langsung aja yah.
 
Model.. yup, itulah obsesi gw sejak dulu. Sebenernya dulu gw bukan typical orang yang suka di foto atau istilah sekarangnya ‘gifo’ (gila foto, red). Dulu gw paling anti sama yang namanya kamera, tiap kali orang-orang pada pasang gaya di depan kamera, gw malah sembunyi, ogah difoto. Kalopun gw dipaksa ikutan foto, pasti gw keliatan kaku di hasil foto itu.

Menginjak bangku SMA, gw dah mulai berani untuk di foto, entah dengan alasan apa gw mulai gifo, haha.. tiap kali ada kamera yang stand by, gw juga ikutan standby buat difoto. Jepret.. jepret.. jepret.. tiap kali jepret, muka gw pasti ada, haha.. emang sih, gaya-gaya gw masih agak kaku, ya maklumlah, namanya juga kan masih baru dalam menjalani kehidupan di masa-masa kegilaan gw untuk berfoto (halah, bahasa gw).. hehe.. tapi lama kelamaan, gw jadi ‘terbiasa’ dengan kamera. Gaya gw mulai luwes, ga kaku lagi kalo di foto. Nyokap, tante, keluarga, dan temen-temen gw bahkan bilang, “Kamu itu fotogenic yah, Phik. Kamu keliatan cantik kalo di foto, padahal aslinya biasa aja.” (Gubraaakkk.. padahal gw dah seneng dibilang cantik, tapi kalimat terakhir bikin gw dongkol. Huhh.. haha :p)

Dan obsesi untuk jadi model pun muncul. Awalnya gw ga pernah kepikiran untuk berobsesi jadi model, padahal nyokap gw ngedukung dan kepengen banget gw jadi model. Postur tubuh yang tinggi bisa jadi modal gw untuk jadi seorang model, kata nyokap. Beliau sampe berniat pengen masukin gw ke sekolah model, haha. tapi gw ga mau. Suatu ketika, di kampus gw ada acara malam ramah tamah. Senior gw nempatin gw di bagian fashion show. Awalnya gw ga mau, tapi berhubung gw maba, jadi mesti nurutin apa kata senior. Gw pun dilatih cara jalan model. Tanpa harus bersusah payah, gw bisa cepet tanggap. Gw bisa cepet ngerti gimana cara jalan kayak model itu. senior-senior gw pada bilang kalo cara jalan gw yang paling bagus, hehe :p.. mulai dari situ, gw terobsesi untuk jadi model. 

Ketika gw udah mulai terbiasa berhadapan dengan kamera, gw iseng-iseng foto diri gw sendiri (ga difotoin ma orang loh ya) seluruh badan. Gw pose dengan gaya yang ga kalah sama gaya-gaya dari fotomodel ternama sekalipun (halah, lebay). Hasilnya, ga jelek-jelek amat kok. Dengan kemampuan gw ngedit foto, foto itu gw poles sedemikian rupa, dan hasilnyaaa... jreeng.jeng.jeeennnngggg..... taadaaaaaaa......







Ini dia foto terbaru gw..



Foto-foto ini gw take sendiri, ga pake bantuan orang lain, alias gw sendiri yang jadi fotografernya. Hmm, modelnya gw, fotografernya gw, dan editornya pun gw sendiri.. HEBAT! (muji diri sendiri) Haha.
Kayaknya gw ada bakat di ketiga profesi itu dehh. :p

hmm.. kalo foto-foto yang di bawah ini, temen gw yang bantu jepretin . tapi, terserahlah siapa yang nge-take gambarnya, yang jelas gw yang jadi modelnya. hihi :p


Obsesi gw untuk jadi model semakin besar. Kapan yah gw bisa jadi model proffesional? Hmm... *hanya bisa mengAMINkan.. :)

Karya Tulis? Hmm

Beberapa hari yang lalu, seorang dosen mata kuliah saya sempat menyinggung sedikit mengenai rencana kegiatan lomba Karya Tulis Umami yang akan diadakan bulan Maret tahun depan. Kegiatan yang disponsori Ajinomoto ini sebelumnya berupa lomba masak, yang diikuti oleh mahasiswa dari semua tingkatan dan juga dosen yang turut meramaikan. Tapi tahun depan, kegiatannya berbeda. kegiatan yang akan dilaksanakan adalah lomba karya tulis yang akan diperlombakan bagi seluruh mahasiswa gizi dari seluruh tingkatan, dan dosen tidak ikut serta didalamnya.
Hadiahnya cukup menggiurkan, “bisa bayar spp dua semester”, ujar beliau.

Well, saya kepikiran buat ikutan meramaikan. Sebelumnya saya nggak pernah ikut acara lomba-lomba karya tulis seperti itu. susah nggak yah? Berawal dari hobby nulis saya (hobby baru sih), apa salahnya saya mencoba. Iseng-iseng aja istilahnya, syukur-syukur kalo menang, kan hadiahnya lumayan. Kata beliau, “hadiahnya berupa uang tunai masing-masing Rp 2.500.000 bagi 3 orang pemenang. Tapi rencananya, akan di ambil 6 orang pemenang, yang masing-masing dapat memperoleh hadiah sejumlah Rp 1.250.000 rupiah”. Lumayan kan. Sebenarnya saya pesimis untuk menang, gimana nggak, saya nggak pernah ikutan yang kayak ginian. Tapi sekali lagi, saya ingin mengikuti ini semata-mata karena saya ingin menambah pengalaman, dan setidaknya ingin menyalurkan bakat menulis saya (entah apakah lomba ini dapat disamakan dengan menulis cerpen atau tidak). Sekarang kan zaman modern, ada internet yang dapat kita buka kapan saja, jadi untuk mengetahui bagaimana suatu karya tulis yang sesungguhnya, saya bisa belajar dari internet, ya kan? Kita lihat saja kelanjutannya, apakah saya memang benar-benar berniat ikut lomba ini bulan Maret mendatang atau tidak. haha

Apa saya bisa?


Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi beberapa blog dari para blogger. Di antaranya perempuansore, dan Bonjour, la belle vie, yang kebetulan adalah blog dari kakak kelas saya sewaktu SMA dulu, hehe. Benar-benar blog yang penuh inspirasi. Blog mereka berisi postingan yang menurut saya amazing. 
 
Ada pula proyek 30 hari menulis puisi yang mereka punya. Saya tertarik dengan proyek ini. Kepikiran sih buat ikutan bikin proyek seperti ini juga, tapi saya sih sadar diri. Saya nggak semahir mereka dalam membuat suatu puisi. Pilihan kata yang mereka pilih sukses ngebuat saya speechless, nggak bisa ngomong, saking keren dan kagumnya.

Saya suka bikin puisi. Tapi bukan puisi yang hebat, bukan puisi yang penuh dengan kata-kata puitis, ect. Hanya puisi biasa, sekedar menuangkan isi hati, yang mungkin jauh dari standar yang bisa disebut orang-orang sebagai puisi. Walau begitu, saya tetap tertarik dengan proyek 30 hari menulis puisi mereka. Entah apakah saya bisa menulis puisi sebagus puisi mereka atau tidak. Entah apakah saya bisa konsisten dengan proyek itu atau tidak. Mungkin saya nggak menulis puisi selama 30 hari berturut-turut, hanya akan menulis puisi ketika si inspirasi lagi nyamperin aja (ngeles, hihi).Yang bisa saya katakan (pada diri sendiri), “Just enjoyed it, Phyeqha”. :D

Welcome

Hey guys, welcome to my blog.
 
Ini bukan kali pertama saya nge-blog. Saya punya satu akun blog selain ini, pHYeQha’s BLOG. Yep, karena alasan ke-private-an, blog ini sedikit saya rahasiakan untuk umum. Hanya dapat dibaca oleh orang-orang yang memang saya undang untuk membaca blog itu.

Tapi tidak untuk blog ini. Blog ini dapat dibaca oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun.*halah, lebay. Hihi :p

Anyway, tentang blog ini. Entah tentang apa nantinya hal yang saya posting ke dalam blog ini, yang pasti kalian bisa lebih mengenal saya melalui blog ini, bahkan sisi lain dari apa yang ada dalam diri seorang Phyeqha, itupun kalau kalian memang ingin mengenal saya lebih jauh. Hehe :p

Well, if you wanna know about me and my life, so enjoyed with my blog. Yipiiiyyy.. :D


up