Showing posts with label abaikan. Show all posts
Showing posts with label abaikan. Show all posts

1 & 8 are my favourite number !

Kalau saya ditanya tentang angka favourite, saya akan menjawab, 1 dan 8. Saya mempunyai alasan mengapa saya sangat menyukai kedua angka ini. Bagi saya, angka-angka ini mempunyai filosofi tersendiri. 

Mulai dari angka 1 (satu). Alasan mengapa saya menyukai angka ini, simple aja, 1  merupakan awal, melambangkan sesuatu yang pertama, melambangkan sesuatu yang unggul. Sebisa mungkin saya ingin menjadi yang terbaik, saya ingin menjadi yang pertama, saya ingin menjadi yang nomor satu di antara yang lain. Mungkin dalam perealisasiannya, sulit bagi saya untuk menjadi yang pertama di antara yang lain, baik dalam pendidikan, maupun dalam bidang lain. Tapi saya selalu berusaha menjadi yang terbaik, dan nomor satu. Saya pun merupakan anak pertama dari dua bersaudara, jadi bisa dikatakan bahwa angka satu juga melambangkan diri saya, hehe.

Selanjutnya angka 8 (delapan). Filosofi di balik angka delapan menurut saya adalah melambangkan kehidupan. Garis berputar yang tidak terputus dari atas ke bawah, dan kemudian kembali ke atas, menggambarkan kehidupan kita yang tak hanya akan berada di atas, namun ada kalanya kita berada di bawah. Bisa pula dikaitkan dengan rezeki, menurut saya angka delapan bisa melambangkan suatu harapan akan suatu rezeki atau anugerah Tuhan yang tidak akan pernah terputus dalm kehidupan saya pribadi.
Hmm, bila kedua angka ini digabungkan menjadi 18, ini melambangkan angka kelahiran saya..

Goodbye 2010, Welcome 2011

"Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving." - Albert Einstein


Detik berganti menit. 
Menit berganti jam. 
Jam berganti hari. 
Hari berganti minggu. 
Minggu berganti bulan. 
Bulan berganti tahun. 
Tahun berganti abad.


Nggak kerasa, kita sudah berada di penghujung tahun 2010. Nggak sampai 24 jam lagi, kita akan beranjak meninggalkan tahun 2010 dan melangkah pada tahun 2011. Tahun yang baru. Tahun yang akan kita sambut dengan semangat baru, dan juga harapan yang baru tentunya.
Hmm.. Begitu banyak hal yang telah kita alami 2010 kemarin. 
Aku, kamu, dia, dan kita semua tentunya punya cerita masing-masing. Cerita yang berbeda. Cerita yang penuh warna. Cerita yang kini menjadi kenangan dalam lembaran hidup kita. Sama sepertiku.

2010. Senang, sedih, kecewa, kesal, amarah, gembira, semua jadi bagian dari tahun itu. Pernah denger jargon ‘manis asam asin, ramai rasanya’ nggak? Yep, jargon dari salah satu produsen permen ini mungkin tepat untuk menggambarkan semua yang terjadi di 2010 kemarin, khususnya bagi saya. Semua memang datang silih berganti. Yang awalnya saya merasakan kesenangan, kegembiraan, keriangan, dan keceriaan, tiba-tiba semua terbalik. Saya pun merasakan kekesalan, kekecewaan, kesedihan, dan bahkan saya sempat merasa rapuh. Menemukan dan juga kehilangan di tahun yang sama.  Emang bener apa yang dikatakan Charly ‘ST12’ dalam lagunya, 'dunia pasti berputar'.  
Life is like a wheel. Nggak selamanya kita di atas, nggak selamanya kita ada dalam area yang senang, riang, dan gembira. Ada kalanya kita berada di posisi bawah, posisi yang mungkin tidak kita inginkan. Posisi dimana kita ngerasa down, sedih, bahkan rapuh.


Seperti kata pepatah di atas, 'Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving'. Agar kehidupan kita seimbang, jangan stay dan hanya terpaku pada masa lalu. Karena kita akan jatuh bila tetap diam, sama seperti ketika kita diam dan tidak melakukan pergerakan saat mengendarai sepeda.

Well, apapun yang sudah terjadi di tahun 2010, itu sudah berlalu. 2010 is all over and done with now. Up and down yang di alami di 2010 kemarin jadikan sebagai pelajaran yang berharga. Kini yang perlu dipikirkan adalah apa yang akan dijalani selanjutnya, di tahun yang baru yang akan segera ditapaki, 2011. Bukan memikirkan sih, mungkin lebih tepatnya adalah mensyukuri apa yang Tuhan anugerahkan dan ikhlas dalam menjalani kehidupan, karena memikirkan apa yang terjadi itu adalah hal yang memusingkan, bahkan dapat pula menakutkan. 
Saya ingin melakukan dan mengerjakan sesuatu di hidup saya hanya dengan satu alasan, untuk Tuhan.

Kalau ditanya tentang resolusi di tahun 2011, mungkin jawabannya simple aja, just wanna be a human that better then before. Karena menurut saya, percuma saja kalau saya menargetkan impian, kemudian tercapai, lantas saya tidak menjadi pribadi yang baik kedepannya sebagai impact dari apa yang telah saya dapat dan impikan. Akan jauh lebih baik bila impian saya dapat tercapai beriringan dengan proses pembelajaran saya menjadi manusia yang lebih baik. 
Saya ingin menjadi seseorang yang berguna, bermanfaat, dan dapat memberi kebahagiaan bagi semua orang, terutama bagi sekitarku.


And over all, I just wanna say, HAPPY NEW YEAR.. :D




Merry Christmas..

Nggak kerasa, natal udah tiba. Nggak kerasa pula kita sudah berada di penghujung tahun 2010. Yep, tepatnya lima hari lagi, kita akan memasuki tahun yang baru. Well, saya belum ingin bercerita tentang tahun baru, namun lebih ke natal kali ini.

Sama seperti yang biasa keluarga kami lakukan di tiap tahun ketika malam natal, kami pergi ke gereja. Dalam tata ibadah malam natal semalam, ada beberapa kalimat yang menurut saya dapat menginspirasi banyak orang.

“Malam yang gelap bukanlah hal yang menakutkan. Ia justru memperjelas pentingnya kebutuhan terang bagi kita. Biarlah saat ini menjadi kesempatan untuk bersyukur, atas kehadiran-Nya bagi dunia yang gelap karena dosa.”

Yep, dunia ini sudah tua dan memang sudah terlalu penuh dengan dosa. Dosa yang membuat dunia ini menjadi gelap. Amat gelap. Pernah kebayang nggak gimana rasanya menjadi buta? Nggak usah buta deh, ketika rumah kita kena pemadaman lampu bergilir, gimana rasanya? Gelap! Nggak ada satupun yang dapat kita lihat. Ketika kita menyalakan lilin ataupun sumber cahaya lainnya, barulah kita dapat melihat satu per satu apa yang ada di sekeliling kita. Itulah alasan mengapa kita sangat membutuhkan terang. Dan terang itu adalah DIA. Hanya terang-Nya yang dapat menyirnakan kegelapan dunia yang telah dipenuhi dosa. Yep, hanya DIA.

“Dalam DIA ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”

Bila kita ingin terbebas dari kegelapan dunia ini, dekatkanlah diri kita pada-Nya, Si Pemilik Terang itu. Introspeksi apa yang telah kita lakukan di kehidupan kita sebelumnya. Belajarlah dari kesalahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Salah satu firman-Nya berkata : “Jadilah garam dan terang dunia.”

Yep, saya ingin menjadi terang. Saya ingin seperti lilin, yang walaupun kecil, namun mampu menyinari sekelilingnya. Memberi cahaya dalam sebuah kegelapan. Menyirnakan gelap dan memberi terang.



Selamat hari natal 2010 dan selamat menyongsong tahun baru 2011. Semoga damai natal melimpah atas kita.

Happy Christmas for everyone :D

Model, Photographer, and Editor are my dream..

Udah lama gw pengen posting tulisan ini, tapi baru sempet sekarang. Well, langsung aja yah.
 
Model.. yup, itulah obsesi gw sejak dulu. Sebenernya dulu gw bukan typical orang yang suka di foto atau istilah sekarangnya ‘gifo’ (gila foto, red). Dulu gw paling anti sama yang namanya kamera, tiap kali orang-orang pada pasang gaya di depan kamera, gw malah sembunyi, ogah difoto. Kalopun gw dipaksa ikutan foto, pasti gw keliatan kaku di hasil foto itu.

Menginjak bangku SMA, gw dah mulai berani untuk di foto, entah dengan alasan apa gw mulai gifo, haha.. tiap kali ada kamera yang stand by, gw juga ikutan standby buat difoto. Jepret.. jepret.. jepret.. tiap kali jepret, muka gw pasti ada, haha.. emang sih, gaya-gaya gw masih agak kaku, ya maklumlah, namanya juga kan masih baru dalam menjalani kehidupan di masa-masa kegilaan gw untuk berfoto (halah, bahasa gw).. hehe.. tapi lama kelamaan, gw jadi ‘terbiasa’ dengan kamera. Gaya gw mulai luwes, ga kaku lagi kalo di foto. Nyokap, tante, keluarga, dan temen-temen gw bahkan bilang, “Kamu itu fotogenic yah, Phik. Kamu keliatan cantik kalo di foto, padahal aslinya biasa aja.” (Gubraaakkk.. padahal gw dah seneng dibilang cantik, tapi kalimat terakhir bikin gw dongkol. Huhh.. haha :p)

Dan obsesi untuk jadi model pun muncul. Awalnya gw ga pernah kepikiran untuk berobsesi jadi model, padahal nyokap gw ngedukung dan kepengen banget gw jadi model. Postur tubuh yang tinggi bisa jadi modal gw untuk jadi seorang model, kata nyokap. Beliau sampe berniat pengen masukin gw ke sekolah model, haha. tapi gw ga mau. Suatu ketika, di kampus gw ada acara malam ramah tamah. Senior gw nempatin gw di bagian fashion show. Awalnya gw ga mau, tapi berhubung gw maba, jadi mesti nurutin apa kata senior. Gw pun dilatih cara jalan model. Tanpa harus bersusah payah, gw bisa cepet tanggap. Gw bisa cepet ngerti gimana cara jalan kayak model itu. senior-senior gw pada bilang kalo cara jalan gw yang paling bagus, hehe :p.. mulai dari situ, gw terobsesi untuk jadi model. 

Ketika gw udah mulai terbiasa berhadapan dengan kamera, gw iseng-iseng foto diri gw sendiri (ga difotoin ma orang loh ya) seluruh badan. Gw pose dengan gaya yang ga kalah sama gaya-gaya dari fotomodel ternama sekalipun (halah, lebay). Hasilnya, ga jelek-jelek amat kok. Dengan kemampuan gw ngedit foto, foto itu gw poles sedemikian rupa, dan hasilnyaaa... jreeng.jeng.jeeennnngggg..... taadaaaaaaa......







Ini dia foto terbaru gw..



Foto-foto ini gw take sendiri, ga pake bantuan orang lain, alias gw sendiri yang jadi fotografernya. Hmm, modelnya gw, fotografernya gw, dan editornya pun gw sendiri.. HEBAT! (muji diri sendiri) Haha.
Kayaknya gw ada bakat di ketiga profesi itu dehh. :p

hmm.. kalo foto-foto yang di bawah ini, temen gw yang bantu jepretin . tapi, terserahlah siapa yang nge-take gambarnya, yang jelas gw yang jadi modelnya. hihi :p


Obsesi gw untuk jadi model semakin besar. Kapan yah gw bisa jadi model proffesional? Hmm... *hanya bisa mengAMINkan.. :)

Karya Tulis? Hmm

Beberapa hari yang lalu, seorang dosen mata kuliah saya sempat menyinggung sedikit mengenai rencana kegiatan lomba Karya Tulis Umami yang akan diadakan bulan Maret tahun depan. Kegiatan yang disponsori Ajinomoto ini sebelumnya berupa lomba masak, yang diikuti oleh mahasiswa dari semua tingkatan dan juga dosen yang turut meramaikan. Tapi tahun depan, kegiatannya berbeda. kegiatan yang akan dilaksanakan adalah lomba karya tulis yang akan diperlombakan bagi seluruh mahasiswa gizi dari seluruh tingkatan, dan dosen tidak ikut serta didalamnya.
Hadiahnya cukup menggiurkan, “bisa bayar spp dua semester”, ujar beliau.

Well, saya kepikiran buat ikutan meramaikan. Sebelumnya saya nggak pernah ikut acara lomba-lomba karya tulis seperti itu. susah nggak yah? Berawal dari hobby nulis saya (hobby baru sih), apa salahnya saya mencoba. Iseng-iseng aja istilahnya, syukur-syukur kalo menang, kan hadiahnya lumayan. Kata beliau, “hadiahnya berupa uang tunai masing-masing Rp 2.500.000 bagi 3 orang pemenang. Tapi rencananya, akan di ambil 6 orang pemenang, yang masing-masing dapat memperoleh hadiah sejumlah Rp 1.250.000 rupiah”. Lumayan kan. Sebenarnya saya pesimis untuk menang, gimana nggak, saya nggak pernah ikutan yang kayak ginian. Tapi sekali lagi, saya ingin mengikuti ini semata-mata karena saya ingin menambah pengalaman, dan setidaknya ingin menyalurkan bakat menulis saya (entah apakah lomba ini dapat disamakan dengan menulis cerpen atau tidak). Sekarang kan zaman modern, ada internet yang dapat kita buka kapan saja, jadi untuk mengetahui bagaimana suatu karya tulis yang sesungguhnya, saya bisa belajar dari internet, ya kan? Kita lihat saja kelanjutannya, apakah saya memang benar-benar berniat ikut lomba ini bulan Maret mendatang atau tidak. haha

Apa saya bisa?


Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi beberapa blog dari para blogger. Di antaranya perempuansore, dan Bonjour, la belle vie, yang kebetulan adalah blog dari kakak kelas saya sewaktu SMA dulu, hehe. Benar-benar blog yang penuh inspirasi. Blog mereka berisi postingan yang menurut saya amazing. 
 
Ada pula proyek 30 hari menulis puisi yang mereka punya. Saya tertarik dengan proyek ini. Kepikiran sih buat ikutan bikin proyek seperti ini juga, tapi saya sih sadar diri. Saya nggak semahir mereka dalam membuat suatu puisi. Pilihan kata yang mereka pilih sukses ngebuat saya speechless, nggak bisa ngomong, saking keren dan kagumnya.

Saya suka bikin puisi. Tapi bukan puisi yang hebat, bukan puisi yang penuh dengan kata-kata puitis, ect. Hanya puisi biasa, sekedar menuangkan isi hati, yang mungkin jauh dari standar yang bisa disebut orang-orang sebagai puisi. Walau begitu, saya tetap tertarik dengan proyek 30 hari menulis puisi mereka. Entah apakah saya bisa menulis puisi sebagus puisi mereka atau tidak. Entah apakah saya bisa konsisten dengan proyek itu atau tidak. Mungkin saya nggak menulis puisi selama 30 hari berturut-turut, hanya akan menulis puisi ketika si inspirasi lagi nyamperin aja (ngeles, hihi).Yang bisa saya katakan (pada diri sendiri), “Just enjoyed it, Phyeqha”. :D

Welcome

Hey guys, welcome to my blog.
 
Ini bukan kali pertama saya nge-blog. Saya punya satu akun blog selain ini, pHYeQha’s BLOG. Yep, karena alasan ke-private-an, blog ini sedikit saya rahasiakan untuk umum. Hanya dapat dibaca oleh orang-orang yang memang saya undang untuk membaca blog itu.

Tapi tidak untuk blog ini. Blog ini dapat dibaca oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun.*halah, lebay. Hihi :p

Anyway, tentang blog ini. Entah tentang apa nantinya hal yang saya posting ke dalam blog ini, yang pasti kalian bisa lebih mengenal saya melalui blog ini, bahkan sisi lain dari apa yang ada dalam diri seorang Phyeqha, itupun kalau kalian memang ingin mengenal saya lebih jauh. Hehe :p

Well, if you wanna know about me and my life, so enjoyed with my blog. Yipiiiyyy.. :D


up